Traveling Membuatku Bangga Jadi Seorang Narablog

Aku berharap pembaca tulisanku adalah penganut paham-paham kolot. Menilai tulisan hanya dari paragraf pertama. Katanya, isi dan penutup tidak akan layak baca jika di awalnya saja sangat buruk.

Paragraf di atas mungkin bisa dijadikan sebagai hook atau pemancing agar pembaca terus membaca. Hal itu juga, menjadi salah alasan kenapa aku bangga menjadi Narablog. Aku dengan mudahnya curhat dan mengoceh pelbagai apapun tentang semesta ini, termasuk membuat pembaca mengerinyitkan dahi atau mengangkat sebelah alis. Puncaknya, mengatakan, “apaan sih.” Sampai di sini, kuharap pembaca tak terpancing untuk melanjutkan lagi. Aku tak ingin semua orang menjadi aneh.

Bagaimana cara mengungkapkannya, ya. Seandainya langsung to the point, kadang dinilai tak memiliki perbendaharaan kata melimpah. Dibuat indah dengan serangkaian kata yang berbunga, dibilang bertele-tele. Ah, isi kepala setiap orang memang runyam, berbeda dengan isi celana.

Sebelum memasuki isi, aku ingin menunjukkan kecanggihan sebuah tekhnologi yang juga menjadi syarat kompetisi. Aku akan mengirim kalian ke blog Mas Nodi. Kamu tak perlu mengetik penuh dalam kalimat, hanya ketuk saja kata berikut ini, blogger. Coba deh. Canggih banar, bukan?

Nah sekarang, aku harus masuk ke bagian isi. Kalau tidak, tak mungkin tulisan ini berbobot. Menceritakan momen spesial dan bangga menjadi seorang narablog, mungkin harus kembali ke 2018. Sebab, tahun tersebut bisa diklaim sebagai tahunku.

Sebentar, aku ingin memutar musik terlebih dahulu. Semoga sebagai pembaca, Anda tak keberatan. Ah, mana mungkin keberatan, tak punya kuasa juga. Kecuali, meninggalkan tulisan ini.

Who’s Got You Singing Again dari PREP, aku lagi suka lagu itu. Musiknya akan mulai dalam enam detik. Biasa, Youtube kini penuh iklan.

Mari, aku lanjut.

Aku mulai aktif lagi mencorat-coret blog di 2018. Semakin rajin karena mengikuti kompetisi menulis dari komunitas Katahati. Tulisan harus dibagikan di media sosial, khususnya Instagram. Beberapa pengikut rajin membaca. Mengunjungi blog pribadi.

Siapa sangka, diri ini menjadi juara pertama. Pertama!! Padahal semua isinya tentang curhatan. Tentang seorang perempuan. Eh, sebentar, bukankah semua tulisan yang ada adalah curhatan semata, ya? Hanya saja, seolah dibungkus keresahan dengan mengikuti kaidah penulis yang apik.

untitled
Takutnya No pic Hoax. Jadi, kusertakan pengumuman kejuarannya.

Tapi, dijatuhi penghargaan sebagai juara pertama tak serta merta membuat aku bangga menjadi seorang narabloger. Kebanggaanku malah muncul dikala jalan-jalan. Katakanlah traveling.

Aku memang tipe orang yang penasaran. Jadi, saat berada di tempat baru, pasti selalu ingin tahu tentang lingkungan sekitar. Ragam pertanyaan sering muncul dan menghujani penduduk sekitar.

Mereka akan mempertanyakan siapa diriku. Kemudian, muncullah kalimat, “kamu blogger ya?”

Entah siapa yang mengirim, rasa bangga langsung merasuki jiwa. “Iya, saya seorang blogger,” jawabku dengan senyum picik khas sinetron, sambil menatap kamera.

Setelah mengetahui aku sebagai blogger, mereka lebih membuka diri, memberikan jawaban-jawaban yang memuaskan. Pada momen itulah aku bangga menjadi seorang narablog.

Di 2019, satu-satunya resolusi untuk menjadi narablog di era digital ini, aku akan tetap menulis di blog dengan tujuan memberikan informasi mengenai traveling dan menyajikan keresahan semesta lebih unik.

 

#kompetisiblog #banggajadinarablog #narablog

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s